Spotify: Kilas Balik 2022
Ada banyak hal yang baik disengaja atau tidak turut merangkum kenangan kita selama satu tahun penuh. Apalagi di zaman sekarang ini, bwnyak aplikasi yang mampu menangkap salah hal yang sentimentil dari manusia: kenangan.
Kenangan itu bisa jadi muncul dalam arsip story Instagram, lewat status Facebook, atau bisa pula dari cuitan di Twitter. Tidak hanya media sosial saja yang turut merangkum memori dalam 365 hari kita hidup. Spotify, sebuah aplikasi pemutar musik yang jamak dimiliki sebagian besar penghuni bumi (yang sudah memiliki akses internet).
Hampir setiap orang melewati hari-harinya dengan menyetel musik. Setidaknya bagi orang di sekitar saya. Musik menjadi semacam penghantar emosi yang tak terucap, pendamping di kala tak ada orang sekitar yang peduli, atau sekadar penghibur saat realita tak sejalan dengan bayangan. Dan Spotify mampu merangkum rasa itu di akhir tahun.
Saya, juga jutaan umat manusia mendegar musik selama satu tahun. Selama satu tahun juga, Spotify merangkum musik yang kami dengar itu dengan nama: Kilas Balik 2022.
Mereka merangkum segala yang bersifat umum: lagu dan artis teratas serta podcast terbaik. Pula yang bersifat pribadi seperti yang akan saya bagikan di sini.
Selama satu tahun penuh, hidup saya tak bisa lepas dari musik. Meski dari dulu saya beranggapan bahwa selera musik saya itu itu saja, ternyata Spotify menampik itu di tahun 2022. Dalam "Lagu Teratasmu di 2022", Spotify memperlihatkan kepada saya bahwa lagu yang saya dengarkan satu tahun ke belakang tampak beragam.
Saya bisa mengatakan itu karena di tahun 2021, lima lagu teratas saya didominasi oleh dua musisi: Nosstress dan The Cloves and The Tobacco. Sedang tahun ini, lima lagu teratas saya tampak plural. Lima lagu dari lima musisi.
Pertama, Cinta Pembodohan - Marjinal
Selain saya daulat sebagai tahun kemalasan, tahun 2022 juga saya anggap sebagai tahun kepedihan. Kepedihan itu muncul dari sebuah rasa yang biasa disebut jamak orang dengan cinta. Ah padahal menurut saya rasa itu sama sekali belum menyentuh derajat cinta.
Memang, sejak dulu saya memaknai cinta secara luas dan menghindari pemaknaan cinta yang sempit seperti perasaan jatuh hati terhadap seseorang. Salah satu alasan mengapa saya memaknai cinta secara luas yaaa karena lagu Cinta Pembodohan ini.
Lagu tersebut menjadi deretan teratas dari tangga lagu saya karena berhasil menampar saya lewat lirik-lirik di dalamnya. Lirik-lirik yang pada tahun 2022 ini lebih saya hayati dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Cinta itu pembodohan!" Selalu muncul dalam pikiran dan terngiang-ngiang setiap hari waktu itu. Itu karena, ada satu waktu di mana saya menyetel lagu itu keras-keras di kamar kos dan berulang-ulang selepas mengalami kejadian galau goblok.
Pada akhirnya yaa benar, apa yang selama ini saya anggap cinta, ternyata hanya perasaan sesaat yang mampir sebentar dan berangsur-angsur hilang ditelan masa dan khatam dengan rasa hambar.
Kedua, Membasuh - Hindia
Sebelum tahun 2022, Hindia tak pernah terbesit dalam pikiran saya bakal menghiasi pendengaran saya yang segmented ini. Sayangnya, tahun 2022 ini menjadi tahun di mana telinga ini lebih sering terbiasa dengan hentakan nada Hindia daripada dentuman drum Jrx SID.
Membasuh, salah satu lagu terbaik Hindia masuk dalam lagu kedua yang sering saya putar tahun ini. Liriknya dalam nan luas. Ditambah suara Rara Sekar yang nyaman di telinga. Saya termasuk seorang yang telat sadar bahwa hidup bukanlah perihal mengambil yang kita tebar, sama seperti penggalan lirik Membasuh.
Membasuh ini menjadi pengingat, dan adanya pengingat adalah salah satu tanda bahwa masih "mendengar".
Ketiga, Ingin Hilang Ingatan - Rocket Rockers
Kenangan yang paling saya ingat ketika menyetel lagu Ingin Hilang Ingatan adalah momen KKN. Pada saat itu, lagu ini menjadi lantunan rutin dari seorang Zhur Rifqi. Sampai-sampai, lagu ini dianggap oleh sebagian keluarga KKN sebagai lagu wajib saya.
Lagu yang easy listening ini tampaknya memang jadi lagu yang menyenangkan untuk dilantunkan meski lirik yang dikandungnya menandakan sebaliknya. Ah, saya rasa sampai kapanpun, saya akan menyukai lagu ini.
Keempat, Semoga, Ya - Nosstress
Tahun kemarin, Semoga Ya berada di urutan teratas dari lagu-lagu yang saya dengarkan. Tahun ini, lagu ini masih menjadi pilihan telinga saya dengan berada di urutan keempat.
Lagu yang menjadi doa. Meski sampai kini, lirik "kumau jadi sesuatu yang kau tahu itu aku kumau dari dulu" senantiasa terngiang-ngiang tetapi pada kenyataannya saya hanya sebatas mau dan tak berbuat sesuatu untuk menggapai itu.
Kelima, Aku Pusing - Syifasativa
Musisi ilegal ini saya kenal ketika dirinya melakukan tour album Kelompok Tani Remaja di Batang. Saya mulai searching dan mendengarkan karya-karyanya yang ternyata nyaman di telinga saya.
Lagu Aku Pusing menjadi salah satu favorit saya lantaran lirik dan alunan nada yang gampang dan tidak membosankan untuk diulang. Salah satu lirik kesukaan saya adalah
Aku memang tak bisa
hadirkan bahagia
dalam bentuk tabungan
atau unit perumahan
Yang kupunya hanya cinta
Dan bagimu mungkin
tak bisa dimakan
Begitulah 2022 berakhir dengan berbagai kisah yang terangkum secara tersirat dalam lima lagu di atas. Setiap lagu memiliki ceritanya tersendiri sehingga layak saya dengarkan berulang-ulang. Saya jadi semakin penasaran, apakah tahun depan selera musik saya berganti atau tetap itu-itu saja ya?
Komentar
Posting Komentar