Sejenak Menepi

Inti hidup adalah bertahan. Bertahan dari segala luka dan derita. Bahagia di dunia bukan tujuan, melainkan sebuah keniscayaan. Begitu pula kepedihan.

Aku, yang hidup lebih dari dua dasawarsa masih bertahan. Meski kadang derita menerpa, pada akhirnya aku masih bertahan. Sekarang, aku sejenak ingin menepi. Menepi dari kebaikan yang nyatanya kurang baik. Aku masih berada pada kebaikan yang kadang menjadi tidak baik saat kulakukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Woyo, Semangat-semangat, dan Ben Ketok Ngeri: Sejarah dan Esensi yang Dibawa

Kata dan Rasa