Suka

Pijar bintang malam ini mengisahkan tentang rasa yang garib. Ia menjelma apa dan bagaimana. Memakan masa yang tak kunjung berujung. Memekik kecil dari jauh dan membuatku semakin bertanya perihal perjumpaan tak sengaja. Tuhan menempatkanku di antara ciptaan yang tak kusangka bakal membawa suka. Suka yang banyak dan berlimpah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Woyo, Semangat-semangat, dan Ben Ketok Ngeri: Sejarah dan Esensi yang Dibawa

Kata dan Rasa