Jawaban Kepedihan

Akulah sang pemuda jentaka

yang hanyut akan lautan kepedihan sejak belia


Menyayat luka dan menelannya secara segaja

Menggoreskan pena bertinta nestapa

dengan secarik kertas, lalu melukis seluruh duka


Bukankah kepedihan ini sangat nyata nona?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Woyo, Semangat-semangat, dan Ben Ketok Ngeri: Sejarah dan Esensi yang Dibawa

Kata dan Rasa