Cinta

Cinta itu layaknya bibit yang tertanam lewat rasa yang ganjil. Ia tumbuh bersama goresan tinta sangkala. Subur bersama rasa yang sama. Layu tanpa balasan dan mati dengan senyuman yang tersimpan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Woyo, Semangat-semangat, dan Ben Ketok Ngeri: Sejarah dan Esensi yang Dibawa

Kata dan Rasa