Sesal
Aku memikirkanmu seperti mamakku memikirkanku
Alunan memori bersamamu menelan rasa
Apakah ini pertanda Cinta?
Oh, andai aku tak menyepahkanmu waktu itu
Orang-orang beramai-ramai membicarakanku dengan yang lain
Namun kau masih saja dalam diam
diam yang memendam
menanti yang tak pasti,
Bisakan kita mengulang waktu?
Sekadar bicara mengenai aku yang kau tunggu
Sedang pilihanmu: memeluk bayangku dalam bisu
dan menggenggam untai yang tak sampai padaku.
Rekah guratan apik di wajahmu
Bersinar dalam pandangku
Kembalilah, akui rasamu itu padaku
Biar aku tak lagi menyia-nyiakan waktumu
Hanya untuk menantiku.
Komentar
Posting Komentar