Mandi Puisi Malam Hari

Aku mau mandi puisi malam ini
Dengan jemari menciduk untaian nama seperti Jokpin dan Sapardi

Aku mulai mengaliri tubuhku dengan kata
sambil bergidik karena dinginnya sabda
Kata-kata mulai mengalir perlahan, membasahi nurani yang semakin hari semakin minta mati

Aku basahi seluruh tubuh dengan kata hingga tak ada secuil pun bagian yang teralpa
Kemudian aku menggosok gigi dengan pena dan turut menuliskan puisi di dalamnya
Bait-bait mulai tumbuh subur di tiap tepi gigi, bawah lidah, hingga pangkal tenggorokan

Cukup bagiku untuk menyudahi mandi puisi malam ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Woyo, Semangat-semangat, dan Ben Ketok Ngeri: Sejarah dan Esensi yang Dibawa

Kata dan Rasa