Yok Produktif Yok!

 


Mungkin benar yang dikatakan temanku tentang

Aku bukan tidak bisa kuhanya kurang mencoba.

Tak asing dengan untaian kalimat itu? Yap, bagi kalian yang pernah dengar lagu-lagu Nosstress pasti ingat penggalan lirik itu. Lagu itu berjudul Jawaban Lagu Pertama.

Akhir-akhir ini penggalan lirik lagu di atas menghantui hari-hari saya. Hampir setiap hari selalu terngiang-ngiang dan saya pun tak bisa menghentikannya. Di satu sisi senang lantaran memang suka lagunya. Tetapi di sisi lain ini menjadi tamparan halus akan diri ini. Bagai Thanos yang tak pernah ke gym, saya lima bulan ini tak kunjung menulis. Tak perlu dicari korelasinya, saya cuman ngarang.

Saya meyakini itu menjadi sinyal untuk kembali menghiasi kehidupan dengan hal-hal positif. Contohnya ya menulis di blog ini. FYI sahaja, sinyal itu tak datang hanya dari lagu semata. Namun datang dari sisi yang tak terduga untuk memojokkan saya agar menulis kembali.

Dimulai dari seorang kawan yang -tak ada anginnya Aang tak ada petirnya Flash- meminta diajari membuat esai. Padahal dalam dunia per-esai-an saya baru bikin satu esai. Itu pun untuk lomba. Lombanya pun kalah.

Beberapa hari setelah peristiwa itu, dua kawan mengisyaratkan untuk saya menulis kembali. Dengan sindiran halus tentunya. Terlepas sengaja atau tidak, tanpa disadari mereka telah membangkitkan diri ini untuk kembali menulis. Dan saya patut berterima kasih akan itu.

Okay, bagi kalian yang baru baca tulisan ini di blog saya, mungkin belum tahu bahwa blog ini pernah mati suri selama enam tahun. Dengan inspirasi yang diberikan Superman yang juga bangkit dari alam kubur, blog ini kembali hidup.

Dengan semangat membara, saking bingungnya mau ngapain selama harus di rumah -karena waktu itu berita kopid masih gencar-gencarnya-. Akhirnya saya memutuskan kembali membangkitkan blog ini. Eh baru sebulan, langsung mandeg lagi. Mempertahankan semangat memang sama sulitnya dengan mempertahankan kekayaan alam kita yang terus digerus oleh rakusnya penguasa J.

Ini juga relate banget dengan awal lirik lagu dari Nosstress tadi

Semangat sering kali datang dan pergi

Datang sekali lama ia tak kembali

Semangat juga sangat mempengaruhi produktivitas kita. Terlebih lagi kadar produktivitas setiap orang berbeda. Termasuk dalam dunia kepenulisan. Kita tak perlu insekyur saat orang lain bisa menghasilkan dua sampai lima artikel setiap hari.

Sebagai penulis anyar, yang paling diperlukan adalah konsisten atau menurut orang arab disebut istiqomah. Mau nulis sehari satu paragraf kek, 100 kata kek, terserah. Yang penting kita bisa terus konsisten. Hambatan saya dalam menulis pun karena tidak konsisten. Berat Memang, tapi konsisten adalah cara yang paling jitu untuk mengembangkan skill menulis kita.

Ini juga yang sangat diperhatikan oleh Mbak Meutia Azzura sang Creative Writer. Di awal pandemi saya berkesempatan untuk mengikuti kelas online beliau saat dapat gratisan mengikuti satu kelas di skill academy. Di kelas online tersebut Mbak Meutia ngasih tips nih biar kita bisa konsisten dalam menulis, diantaranya:

Jangan Berhenti Karena Ucapan Orang Lain

Memang salah satu penghambat kita untuk berkembang adalah orang lain. Kita tak akan lepas dari penghakiman orang lain terhadap apapun yang kita lakukan. Mau itu hal baik pun pasti selalu ada yang ngomentarin.

Pada hakikatnya kita tak bisa mengatur persepsi orang. Persepsi dan tingkah laku orang lain berada di luar kuasa kita. Maka ngapain kita terlalu memikirkan hal yang tak bisa kita atur?

Jangan Menunggu Inspirasi Datang

Memang ndak ada yang enak perihal menunggu, apalagi yang ndak ada kepastiannya. Hiks. Inspirasi pun termasuk hal yang ndak perlu kita tunggu. Inspirasi juga tak perlu dicari. Yang harus kita lakukan menurut Mbak Meutia adalalah

  • Tulis topik mengenai apapun
  • Jadikan apapun sebagai konten
  • Catat semua ide yang muncul dan kembangkan nanti

Buatlah Target-Target Kecil

Pertama, buat target yang sesuai dengan kemampuan kita. Lalu kita harus konsekuen dengan target tersebut. Saat kita berhasil konsisten dengan target, hadiahkan diri kita sebagai bentuk apresiasi terhadap diri yang sudah berhasil mencapai target.

Nah ketiga hal itulah yang dapat memacu kita untuk bisa konsisten dalam menulis. Tips ini akan sia-sia jika kita tak kunjung mulai. Mari mulai bersama. Mari konsisten bersama. Akhir kata, yok produktif yok!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Woyo, Semangat-semangat, dan Ben Ketok Ngeri: Sejarah dan Esensi yang Dibawa

Kata dan Rasa