Ketika Kata Tak Terangkai Semestinya

“……”

Seakan terlahir/

Tanpa pengetahuan, tanpa ilmu, tanpa hati/

Melihat keadaan di luar sana/

Buta akan masalah/

Atau malah membutakan diri terhadapnya?/

Atau mungkin dibutakan?/

Mencoba bersuara tapi tanpa makna/

Mendengar hanya sekilas tanpa bekas/

Diam? Apa itu pilihan yang terbaik? Sadarlah/

Merasa anakronisme? Tapi kenyataannya hidup di zaman ini kok/

Apakah tidak bosan hidup selalu dihitamputihkan?

Hari ini

Terkadang merasa gagal/

Terkadang merasa kalah/

Terkadang merasa hina/

Merasa cinta tanah air, merasa beragama, tapi apatis akan negara dan agama/

Tidak memilih menjadi nasionalis sebab belum tahu sistem birokrasi/

Tidak memilih menjadi agamis, sebab tak mau dianggap konservatif/

Memilih menjadi anarkis, tapi belum bisa membedakan merdeka dan bebas/

Halah! Tidak ada yang menarik untuk diikuti!

Ah! Kata-kata tak bermutu! Tulisan payah!


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Woyo, Semangat-semangat, dan Ben Ketok Ngeri: Sejarah dan Esensi yang Dibawa

Kata dan Rasa