Bismillah



Sebagai pembuka dari blog yang baru bangkit dari mati suri ini, alangkah baiknya mengawali dengan kalimat pembuka. Sebuah kalimat yang mungkin lupa tak saya ucapkan tujuh tahun yang lalu saat blog ini dibuat, atau memang belum tahu bahwa ada kalimat pembuka yang baik untuk saya ucapkan. Berbekal dari kelupaan itu, izinkan saya mengucapkannya di awal postingan ini.

Bismillahhirrahmaanirrahiim

Sebenarnya blog ini adalah blog tak serius-serius amat, tapi demi terwujudnya harapan yang besar bagi makhluk seluruh alam, setidaknya di awal postingan ini saya akan sedikit serius :v. Nah, langsung saja menuju topik pembahasan. Pembahasan pertama kali ini berusaha menyampaikan keutamaan yang jarang dibahas di berbagai tempat tentang basmalah. Selamat menyimak!

Basmalah merupakan kalimat awalan yang disampaikan Nabi Sulaiman kepada ratu Bilqis yang dituangkan dalam selembar surat. Barokahnya menjadikan burung hud-hud sebagai pengantar surat ini mempunyai mahkota yang disematkan Allah di kepalanya.

Lebih kerennya lagi, Imam Nasafiy dalam kitab tafsir beliau menerangkan nih bahwa seluruh kitab yang diturunkan dari langit ke bumi ada 104; shuhuf Nabi Syits 60, Nabi Ibrahim 30, Nabi Musa sebelum diturunkannya kitab Taurat memiliki 10 shuhuf, lalu ditambah Kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an. Seluruh makna yang terkandung dalam semua kitab kitab tersebut terangkum dalam Al-Qur’an. Makna-makna yang dikandung Al-Qur’an terdapat dalam surat Al-Fatihah. Inti dari seluruh makna yang ada dalam surat Al-Fatihah ada dalam Basmalah. Jika hendak dirangkum lagi, maka inti dari Basmalah ada dalam huruf ba’ nya, dan inti dari segala inti terdapat dalam titiknya huruf ba’. Satu titik tersebut merepresentasikan keesaan Allah yang tak ada bandingannya. Begitulah penjelasan dari Imam Nasafiy.

Jika ditinjau dari jumlah hurufnya, Basmalah memiliki 19 huruf. Ini sama dengan jumlah penjaga neraka. Nah, Imam Ibnu Mas’ud menjelaskan alasan persamaan huruf basmalah dengan jumlah malaikat penjaga neraka tadi, bahwa siapa saja yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malaikat Zabaniyah (Malaikat di neraka) maka hendaknya membaca basmalah dengan harapan Allah menjadikan setiap huruf dari Basmalah sebagai perisai dari setiap penjaga neraka.

Sebenarnya masih banyak fadlilah atau keutamaan dari basmalah ini, bukan karena saya malas menuliskannya di sini, melaikan ada alasan-alasan lain salah satunya demi ketidakbosanan pembaca :v. Tapi beberapa fadlilah di atas saya rasa cukup untuk mengawali tulisan saya ini. Selebihnya anda bisa cari di sendiri :v. Seluruh penjelasan di atas diambil dari kitab Al-Majalis Al-Saniyyah Syarah Al-Arbain Al-Nawawiyah karya Imam Ahmad bin Imam Hijaziy Al-Fasyani.

Oh iya, mungkin dari beberapa sodara seperwoyoan (julukan untuk kalian yang sudah merelakan waktunya untuk membaca tulisan ini) ada yang bingung perbedaan antara basmalah dengan bismillah. Singkatnya sih, kalau basmalah itu nama dari kalimat, seperti halnya hamdalah untuk Alhamdulillah, istigfar untuk Astagfirullah. Maka basmalah untuk kalimat Bismillah. Sedangkan kalimat bismillah sendiri adalah bagian dari kalimat sempurnanya, yaitu Bismillahhirrahmaanirrahiim.

Sekian dulu artikel pertama yang bukan benar-benar pertama ini. Terima kasih sudah mampir :D.
Semoga hal-hal baik selalu menyertai kita :)

sebagai bonus, saya lampirkan sebagian foto-foto saat smp :v
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Woyo, Semangat-semangat, dan Ben Ketok Ngeri: Sejarah dan Esensi yang Dibawa

Kata dan Rasa