Postingan

Mengejar Waktu

Cepat-cepatlah beranjak Bersegeralah bergegas Waktu tak mau diajak main Bergurau pun ia enggan.

Kata dan Rasa

Hasrat untuk mencurahkan sepenggal kata di catatan kadang terbesit tak terencana Datang begitu saja Sama seperti rasa itu Rasa yang mendiami relung lalu sejenak singgah dan sirna Kata dan rasa Dua kata yang mengandung rasa

Penghujung yang Murung

Ia merangkak menyusuri masa Merayap satu, dua, tiga menapaki sunyi tanah perjalanan Ia masih merangkak dengan kaki malas menyisa hitam kanvas Penghujung menatap pelan Menjelma murung  tanpa sisa Pagilaran, 4 Desember 01.05 WIB

Spotify: Kilas Balik 2022

Ada banyak hal yang baik disengaja atau tidak turut merangkum kenangan kita selama satu tahun penuh. Apalagi di zaman sekarang ini, bwnyak aplikasi yang mampu menangkap salah hal yang sentimentil dari manusia: kenangan. Kenangan itu bisa jadi muncul dalam arsip story Instagram, lewat status Facebook, atau bisa pula dari cuitan di Twitter. Tidak hanya media sosial saja yang turut merangkum memori dalam 365 hari kita hidup. Spotify, sebuah aplikasi pemutar musik yang jamak dimiliki sebagian besar penghuni bumi (yang sudah memiliki akses internet). Hampir setiap orang melewati hari-harinya dengan menyetel musik. Setidaknya bagi orang di sekitar saya. Musik menjadi semacam penghantar emosi yang tak terucap, pendamping di kala tak ada orang sekitar yang peduli, atau sekadar penghibur saat realita tak sejalan dengan bayangan. Dan Spotify mampu merangkum rasa itu di akhir tahun. Saya, juga jutaan umat manusia mendegar musik selama satu tahun. Selama satu tahun juga, Spotify merangkum musik ya...

Gawai

 Ia menanamkan sia-sia lewat guliran cahaya yang menorehkan semua apa Ia menyajikan semua apa lewat genggaman seharga gaji buruh di kabupaten Menyihir makhluk agar senantiasa terhubung tak tertinggal, tak teralpa dari dunia ciptaan

Sebuah Tanya

Kepada siapa engkau akan bertemu? Kepada mereka yang memacu untuk maju? Atau kepada semesta yang tak selalu memberi yang engkau mau?